Hari: 11 Mei 2025

Tahanan Lampung Kabur Dramatis, Lompat dari Menara Pos

Tahanan Lampung Kabur Dramatis, Lompat dari Menara Pos

Sebuah aksi pelarian dramatis terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Way Kanan, Lampung. Seorang tahanan nekat melarikan diri dengan cara yang tak biasa dan cukup berbahaya, yaitu melompat dari menara pos jaga yang tinggi. Aksi ini tentu saja mengejutkan petugas rutan dan memicu perburuan besar-besaran terhadap tahanan di Lampung yang berhasil kabur tersebut.

Insiden Tahanan Lampung Kabur ini terjadi pada Sabtu (28/9/2024) sekitar pukul 04.00 WIB. Tahanan yang diketahui bernama Feriyanto (27) diduga memanfaatkan kelengahan petugas saat pergantian jaga untuk mencapai menara pos jaga. Tanpa ragu, tahanan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut kemudian melompat dari ketinggian menara, mengambil risiko besar demi kebebasannya.

Akibat lompatan dari ketinggian sekitar lima meter tersebut, Feriyanto diperkirakan mengalami luka-luka. Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk melarikan diri dari area rutan. Kepala Rutan Kelas II B Way Kanan, Rendra Putra, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan Polres Way Kanan untuk memperluas area pencarian.

Detik-detik Kaburnya Tahanan Lampung:

  • Aksi Nekat: Tahanan melarikan diri dari Rutan Kelas II B Way Kanan.
  • Lompat dari Menara: Cara kabur yang sangat berisiko dari ketinggian sekitar lima meter.
  • Kelengahan Petugas: Diduga terjadi saat pergantian jaga.
  • Pengejaran Intensif: Petugas rutan dan Polres Way Kanan bergerak cepat.
  • Area Pencarian Luas: Melibatkan berbagai pihak keamanan.
  • Kondisi Tahanan: Feriyanto (27) tahanan kasus curas, diduga mengalami luka akibat lompatan.

Kepala Rutan Kelas II B Way Kanan, Rendra Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran. Mereka juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat atau mengetahui keberadaan Feriyanto.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan di Rutan Kelas II B Way Kanan dan potensi adanya kelalaian petugas saat pergantian jaga. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Sementara itu, fokus utama saat ini adalah menangkap kembali Feriyanto demi keamanan dan ketertiban.

Pengorbanan Kakak Demi Mimpi Adik: Kisah Lila Antar dari Flores ke Bogor untuk UTBK Kedokteran Hewan

Pengorbanan Kakak Demi Mimpi Adik: Kisah Lila Antar dari Flores ke Bogor untuk UTBK Kedokteran Hewan

Kisah mengharukan tentang pengorbanan dan dukungan keluarga kembali mewarnai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun ini. Di tengah ribuan peserta yang berjuang meraih impian masuk perguruan tinggi negeri, terselip kisah Lila, seorang kakak yang dengan penuh dedikasi mengantar sang adik dari Pulau Flores hingga ke Bogor demi mengikuti UTBK untuk mewujudkan mimpinya menjadi dokter hewan. Perjalanan panjang dan melelahkan ini menjadi bukti nyata cinta dan dukungan keluarga yang tak ternilai harganya.

Lila, yang berasal dari sebuah desa di Pulau Flores, rela meninggalkan pekerjaannya dan menempuh perjalanan laut serta darat yang memakan waktu berhari-hari demi mendampingi adiknya yang bercita-cita menjadi dokter hewan. Semangat sang adik yang begitu besar untuk berkontribusi dalam dunia kesehatan hewan di kampung halamannya menjadi motivasi utama bagi Lila untuk memberikan dukungan penuh. Perjalanan dari Flores ke Bogor bukanlah hal yang mudah, terutama dari segi biaya dan waktu. Namun, Lila dan keluarga sepakat untuk melakukan segala yang terbaik demi masa depan sang adik.

Sesampainya di Bogor, Lila tidak hanya menemani adiknya selama pelaksanaan UTBK, tetapi juga memastikan segala kebutuhan adiknya terpenuhi, mulai dari tempat tinggal yang nyaman hingga makanan yang bergizi. Ia menjadi penyemangat utama, menghilangkan rasa gugup dan memberikan motivasi agar sang adik dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan tenang dan maksimal.

Kisah Lila ini dengan cepat menyebar di kalangan peserta UTBK dan panitia pelaksana. Banyak yang terharu dengan pengorbanan seorang kakak demi mewujudkan mimpi adiknya. Semangat dan ketulusan Lila menjadi inspirasi bagi banyak orang, mengingatkan akan pentingnya dukungan keluarga dalam meraih cita-cita.

Mimpi sang adik untuk menjadi dokter hewan di Flores bukan tanpa alasan. Sebagai wilayah dengan potensi peternakan yang besar, kehadiran seorang dokter hewan yang kompeten diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas hewan ternak, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat. Semangat untuk membangun kampung halaman inilah yang semakin membulatkan tekad sang adik untuk lolos UTBK dan menempuh pendidikan di bidang kedokteran hewan.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
INDONESIA, Jakarta